silabus bimbingan konseling

Tahap Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling

Dalam penyusunan program bimbingan konseling, Frank W. Miller (Sukardi,1983:60), menyarankan tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:

1. Tahap persiapan

Persiapan kegiatan dilakukan melalui survei,  agar dapat menginventarisasi tujuan, kebutuhan dan kemampuan sekolah, serta kesiapan sekolah bersangkutan untuk melaksanakan program bimbingan.

2. Pertemuan-pertemuan permulaan

Tujuan utama dari pertemuan-pertemuan permulaan adalah untuk menanamkan pengertian bagi para peserta tentang tujuan tujuan dari program bimbingan di Sekolah. Pertemuan-pertemuan ini melibatkan petugas-petugas yang berminat dan tertarik serta memiliki kemampuan dalam bidang bimbingan konseling.

3. Pembentukan panitia sementara

Tujuan dari pembentukan panitia sementara adalah untuk merumuskan progaram bimbingan. Tugas-tugas dari panitia sementara ialah untuk menentukan tujuan program bimbingan di Sekolah, mempersiapkan bagan organisasi dari program bimbingan, serta membuat kerangka dasar dari program bimbingan.

4. Pembentukan panitia penyelenggara program

Panitia penyelenggara program mempunyai tugas utama untuk mempersiapkan program testing, mempersiapkan dan melaksanakan sistem pencatatan, serta mempersiapkan dan melaksanakan latihan bagi para pelaksana program bimbingan.

 

Sumber

Surur, Naharus.(2004).Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling yang Berorientasi Kecakapan Hidup.Tesis.Bandung: PPS UPI.

Yusuf, Syamsu.(2006).Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.Bandung; Pustaka Bani Quraisy.

Yusuf,Syamsu & Nurihsan,Juntika.(2005).Landasan Bimbingan dan Konseling.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Zakiyah,Insania.(2006).Pengembangan Program Bimbingan Kecakapan Personal untuk Siswa SMP.Skripsi.Bandung; PPS UPI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *