PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN

07 August of 2012 by

PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN

Perkembangan Fisik

• Fisik manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Semua organ itu terbentuk pada periode pranatal.
• Perkembangan fisik individu menurut Kuhlen dan Thomson, memiliki empat aspek, yaitu :
1. Sistem syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi.
2. Otot-otot, yang mempengaruhi kekuatan dan kemampuan motorik.
3. Kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru.
4. Struktur fisik, yang meliputi tinggi, berat, dan proporsi.
• Perkembangan fisik individu usia 1-3 tahun :
1. Berat badan anak rata-rata berkisar antara 9-13 kg.
2. Tinggi badan anak rata-rata berkisar antara 75-100 cm.
3. Lingkar kepala anak rata-rata berkisar antara 46,5-50 cm.
4. Lingkar lengan atas anak rata-rata berkisar antara 16 cm saja.
5. Pertumbuhan gigi anak, rata-rata gigi susunya sudah tumbuh secara menyeluruh, yaitu sebanyak 20 gigi.
6. Organ-organ keindraan sudah berfungsi sebagaimana mestinya, seperti mereka sudah lancar berbicara, lancar berjalan bahkan sudah bisa berlari, sudah dapat merasakan enak dan tidaknya suatu makanan, dll.
Kelenjar-kelenjar endokrin bekerja sangat giat, sehingga anak pada usia tersebut senang sekali menirukan kegiatan atau tingkah laku orang-orang disekitarnya.

Perkembangan Intelegensi

Inteligensi. Yaitu kemampuan umum untuk penyesuaian terhadap situasi atau masalah. Sejak tahun pertama dari usia anak, fungsi intelegensi sudah mulai tampak dalam tingkah motorik dan berbicara. Anak yang cerdas menunjukan gerakan-gerakan yang lancer, serasi dan koordinasi. Sedangkan anak yang kurang cerdas, gerakanya kaku dan kurang terkoordinasi. Anak yang cerdas cepat pula perkembangan bahasanya.
A. Motorik
motorik anak berbeda dengan orang dewasa. Perbedaan tersebut dapat kita lihat dalam tiga hal, yaitu:
a. Cara Memegang. Orang dewasa akan memegang suatu benda dengan cara khas agar benda tersebut dapat digunakan secara optimal. Sedangkan anak usia 1-3 hanya asal pegang saja.
b. Cara berjalan. Orang dewasa hanya menggunakan otot-otot tertentu saja saat berjalan, sedangkan anak-anak berjalan seolah-olah seluruh tubuhnya ikut bergerak.
c. Cara menendang. Saat anak-anak menendang bola, kedua belah tangannya mengaju ke depan dengan berlebih-lebihan.
Pada rentang usia ini, individu banyak melakukan gerakan yang kurang jelas tujuannya. Tapi setelah mereka terus melatih motoriknya, di kemudian hari dia akan menguasai otot-ototnya dan gerakan-gerakan yang tidak jelas tujuannya berkurang.

PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN

B. Bahasa
Clara dan William Stern membagi perkembangan bahasa menjadi empat masa, yaitu:
a. kalimat satu kata (1-1 tahun 6 bulan).
kata pertama yang diucapkan anak mulai dari suara-suara raban seperti yang sering kita dengar pada bayi. Meraban merupakan permainan dengan tenggorokan, mulut dan bibir supaya selaput suara lebih lembut. Dalam masa ini, anak cenderung mengucapkan pengulangan suara. Sebagian besar dari kata-kata yang diucapkan anak itu belum dapat kita sebutkan kata dalam arti sebenarnya. Anak mengekspresikan keinginannya dengan menggunakan satu kata. Misalnya, anak berkata,”ibu!” sambil menunjuk kursi. Sebenarnya yang ingin dikatakannya ialah “mari duduk di kursi”.
b. Masa memberi nama (1,5-2 tahun).
Pada masa ini mulai timbul keinginan pada anak untuk mengetahui nama sebuah benda. Biasanya pertanyaan mereka mengenai nama suatu benda banyak sekali. Kalimat yang semula hanya satu kata itu makin lama bertambah sempurna. Disusul dengan kalimat dua kata, tiga kata sampai akhirnya dapat mengucapkan kalimat sempurna.
Kadang-kadang ada gejala kesukaran berbicara. Hal ini disebabkan kemajuan pikiran dan perasaannya lebih cepat berkembang disbanding perkembangan bahasanya.
c. Masa kalimat tunggal ( 2-2,5 tahun).
Bahasa dan bentuk kalimat makin baik dan sempurna. Anak telah menggunakan kalimat tunggal. Sekarang ia mulai menggunakan awalan dan akhiran yang membedakan bentuk dan warna bahasanya. Pada masa ini juga anak sering membuat kata-kata sendiri yang lucu kedengarannya.
d. Masa Kalimat Majemuk (2,5 tahun dan seterusnya)
Anak mengucapkan kalimat yang panjang dan makin bagus, bahkan mereka mulai menyatakan pendapat mereka dengan kalimat majemuk. Di masa ini pertanyaan yang mereka ajukan juga semakin banyak.

Dilihat dari perkembangan kognitif menurut piaget, pada rentang usia ini bayi akan mengalami tingkatan perkembangan sensomotor sebagai berikut.
a. Reaksi pengulangan Ketiga (Eksplorasi).
Bayi mulai mengubah skema secara sistematik unntuk menghasilkan efek-efek baru. Anak mulai memahami hubungan sebab akibat. Dia sudah menemukan cara memperlakukan suatu objek agar menghasilkan sesuatu yang menarik dan menyenangkan.
b. Permulaan berpikir ( Repretasi mental)
Anak mulai mengembangkan kemampuan untuk memahami fungsi-fungsi simbolik.

Mengenai perkembangan kemampuan mempresepsi ketetapan objek-objek, Singgih D Gunarsa menjelaskan bahwa pada usia ini anak sudah dapat melihat objek-objek yang dipindahkan, selama objek-objek itu masih dapat dilihat ketika dipindah-pindahkan. Selain itu juga anak bisa menemukan objek-objek yang tidak ada dalam lapangan persepsinya, tertutup atau tersembunyi disuatu tempat, artinya anak mampu mempersepsikan ketetapan dalam objek.

Perkembangan Emosi

Pada Rentang Usia 1-3 tahun, gejala-gejala perkembangan emosi sebagai berikut:
1. Emosinya sudah mulai terarah pada sesuatu (orang, benda, atau makhluk hidup)
2. sejajar dengan perkembangan bahasa yang sudah dimulai pada usia 2 tahun maka anak dapat menyatakan peasaannnya dengan menggunakan bahasa.
3. sifat-sifat perasaan anak pada fase ini:
a. labil, artinya mudah kembali berubah (sebentar menangis kemudian tertawa)
b. mudah “tersulut” (dipengaruhi) tetapi tidak bertahan lama dan sifatnya dangkal.
Dalam usia ini juga, anak-anak bisa mengalami ketakutan yang berkaitan dengan periode pertumbuhannya. Pada saat ini, mereka mengalami begitu banyak hal yang merangsang, baik yang indah-indah maupun yang menakutkan. Selain itu juga, ia juga semakin tahu bahwa banyak hal atau situasi dalam lingkungannya yang aneh dan tidak begitu saja dapat dipercaya secara mutlak. Tipuan-tipuan semacam ini tidak mustahil melahirkan berbagai mimpi “semrawut” yang justru menimbulkan rasa takut tidak menentu pada anak.

DAFTAR PUSTAKA
Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung : CV Pustaka Setia.
Yusuf, Syamsu. 2000. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Rosda Karya.
Zulkifli. 1986. Psikologi Perkembangan. Bandung : Rosda Karya.

 

sekian bahasan tentang PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN, tinggalkan komentar untuk koreksi, tanggapan dan pertanyaan

 
Borobudur Temple

Next:

Pendidikan Zaman Hindu/Budha

You may also like

Post a new comment