Pengertian Stress

05 September of 2012 by

Pengertian Stress

 

Pengertian Stress yang dibahas dalam artikel ini dikaji berdasarkan literatur. sebelum memahami bagaimana treatment untuk mengurangi stress, kita perlu memahami  Pengertian Stress terlebih dahulu.

Istilah stres berasal dari bahasa latin, yaitu strictus yang berarti ketat atau sempit, dan menjadi kata kerja stringere yang artinya “mengetatkan” (tighten). Cooper (1988; Skripsi Margaretha Mega, 2001:34) menyatakan bahwa stres pada penggunaannya mengalami berbagai variasi dalam pemaknaan kata stres itu sendiri. Pada sekitar abad ke-17, stres digunakan untuk menggambarkan adanya kesulitan, penderitaan, atau kemalangan.

Pengertian Stress

Kemudian di akhir abad ke-18, stres digunakan untuk menggambarkan penggunaan dorongan, tekanan, ketegangan, usaha yang keras yang memberikan dampak baik secara fisik maupun mental. Setelah itu, Cannon (Lazarus & Folkman, 1984:2) menggambarkan stres sebagai suatu keadaan keseimbangan yang terganggu dan orang yang mengalami stres adalah orang yang berada di bawah tekanan (under stress), Lazarus & Folkman juga mengemukakan bahwa tingkat atau derajat stres dapat diukur. Dalam Kamus Psikologi, stres diartikan sebagai (ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan, konflik) :

  1. Satu stimulus yang menegangkan kapasitas-kapasitas (daya) psikologis atau fisiologis dari suatu organisme.
  2. Sejenis frustasi, dimana aktivitas yang terarah pada pencapaian tujuan telah diganggu atau dipersukar, tetapi tidak terhalang-halangi; peristiwa ini biasanya disertai oleh perasaan waswas kuatir dalam pencpaian tujuan.
  3. Kekuatan yang diterapkan pada suatu sistem; tekanan-tekanan fisik dan psikologis yang dikenakan pada tubuh dan pada pribadi.
  4. Suatu kondisi ketegangan fisik atau psikologis disebabkan oleh adanya persepsi ketakutan dan kecemasan.

Sementara itu beberapa ahli berpendapat bahwa stres itu adalah :

  1. Respon (reaksi) fisik dan psikis, yang berupa perasaan tidak enak, tidak nyaman, atau tertekan terhadap tekanan atau tuntutan yang dihadapi. Diartikan juga sebagai reaksi fisik yang dirasakannya tidak nyaman sebagai dampak dari persepsi yang kurang tepat terhadap sesuatu yang mengancam keselamatan dirinya, merusak harga dirinya, menggagalkan keinginan atau kebutuhannya. (Dadang Hawari, 1997 : 44-55 ; Syamsu Yusuf, 2004 : 93)
  2. Pengalaman emosional yang negatif yang disertai perubahan-perubahan biokimia, fisik, kognitif, dan tingkah laku yang diarahkan untuk mengubah peristiwa stres tersebut atau mengakomodasi dampak-dampaknya. (A. Baum (Shelley E. Taylor, 2003)
  3. Perasaan tidak enak, tidak nyaman, atau tertekan, baik fisik maupun psikis sebagai respon atau reaksi individu terhadap stressor (stimulus yang berupa peristiwa, objek, atau orang) yang mengancam, mengganggu, membebani, atau membahayakan keselamatan, kepentingan, keinginan, atau kesejahteraan hidupnya. (Syamsu Yusuf, 2004 : 93-94)

 

untuk memahami tentang bimbingan dan konseling, silakan cek artikel Struktur Program BK Perkembangan: Layanan Dasar, adapun  Pengertian Stress sebagai pendahuluan artikel selanjutnya tentang coping stress.

Obsessive-Compulsive Disorder secara Etiologi

Previous:

Obsessive-Compulsive Disorder secara Etiologi

Coping Sebagai Salah Satu Cara Mengurangi Stress

Next:

Coping Sebagai Salah Satu Cara Mengurangi Stress

You may also like

Post a new comment