images

Pendidikan Zaman Pendudukan Asing

Pendidikan Zaman Pendudukan Asing

 

pendidikan zaman pendudukan asing terjadi setelah pendidikan zaman hindu/budha dan pendidikan zaman islam. berikut ini pemaparan tentang pendidikan zaman pendudukan asing.

 

Pendidikan Zaman Pendudukan Asing-sekolah jaman belanda

1. Kedatangan Portugis
Orang Portugis dalam mencari rempah-rempah selalu diikuti oleh misionaris Roma Katolik. Mereka menjadikan masyarakat memeluk agama Roma Katolik. Setelah dibaptiskan, masyarakat diberikan pendidikan agar agama dapat dipertahankan dan terus berkembang.
2. Zaman VOC (1956)
Belanda mendarat di Banten (Cornelius de Houtman). Tahun 1602 didirikan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Keluarga Belanda membutuhkan pendidikan maka didirikan lembaga-lembaga pendidikan.
a. Dasar dan Tujuan Pendidikan
Tujuan komersial : mencari keuntungan sebesar-besarnya bagi kepentingan Belanda dan pemegang saham khususnya. Karena pendidikan dilaksanakan oleh kalangan gereja, yang menjadi dasar pendidikan adalah agama kristen Protestan. Tujuan pendidikannya : 1. mengembangkan agama Kristen Protestan 2. pendidikan yang diberikan pada Bumi Putra untuk mendapat tenaga kerja pembantu yang murah untuk VOC.
b. Jenis-jenis Sekolah
 Pendidikan Dasar : bercorak keagamaan dengan tujuan mendidik budi pekerti. (1617)Batavische School, (1630)Burgerschool
 Sekolah Latin : abad ke-17 bahasa latin di Eropa merupakan bahasa ilmiah. Namun pendirian sekolah latin tidak pernah bertahan lama.
 Seminarium Theologica (1745) : untuk calon perwira pelayaran, karena peminatnya sedikit pada 1755 ditutup.
Pendidikan VOC hanya ditujukan pada masyarakat beragama kristen. Bagi penduduk asli beragama Islam, pendidikan satu-satunya adalah pesantren.
3. Pemerintahan Hindia Belanda (1799)
Saat itu terjadi aufklarung di Eropa, yang berarti fajar, abad akal, manusia tidak lagi merasa diawasi, dipengaruhi dan ditentukan oleh kemauan/dogma di luar dirinya, seperti kekuasaan gereja.
a. Pengaruh Aufklarung :
– Bebas memberi kritik terhadap berbagai persoalan
– Filosof Rousseau menganjurkan anak memilih agama sendiri
– Gereja dipisah dari negara, melepaskan diri dalam mengatur kegiatan agama
– Pendidikan diselenggarakan negara
– Sekolah bebas dari agama, tidak bolah mengajarkan agama
b. Ciri-ciri Persekolahan
› Bersifat dualistis
› Bersifat sekuler (bebas dari agama)
› Banyak didasarkan kebudayaan barat
› Kurang memperhatikan pelajaran keterampilan khusus
› Kurang memperhatikan pendidikan kaum wanita
c. Jenis-jenis Sekolah
1. Sekolah untuk orang Eropa :
– Sekolah Dasar (1817, ELS ’Eropesche Lagere School’)
– Sekolah Lanjutan (1860, Gimnasium Willem III)
2. Sekolah untuk Bumi Putra :
– Sekolah Rakyat (1848), setelah keluar Keputusan Raja Nomor 95, dengan tujuan mendidik calon-calon pegawai negeri.
– Sekolah Raja (Hoofdenschool), untuk anak-anak Bumi Putra, kepala daerah dan orang-orang terhormat.
– Sekolah Lanjutan (1914 berdiri MULO, 1919 berdiri AMS)
3. Sekolah Kejuruan (bukan untuk Bumi Putra)
– Sekolah Pertukangan (Ambachts School), bagi Indo-Belanda aga dapat penghidupan yang layak. Tahun 1860 diperuntukan bagi golongan Eropa.
– Sekolah pendidikan Guru (Kweekschool, 1834)
– Sekolah Gadis (Umum dan Kejuruan), bagi orang Eropa, 1876 didirikan sekolah rendah, 1882 didirikan sekolah menengah (HBS).
4. Pendidikan Hindu/Budha Sejak 1900
a. Lahirnya Politik Etis
Bahwa bangsa Bumi Putra harus diberi kebudayaan dan pengetahuan dari barat, yang membawa Belanda menjadi bangsa yang maju dan besar. Dicetuskan Van de Venter dengan moto ’de Eereschuld’ (hutang kehormatan). Polotik etis dilakukan dengan memajukan penduduk asli dengan cara Barat. Selogan yang terkenal : edukasi, irigasi dan migrasi. Selain itu banyak didirikan sekolah daerah berpengantar bahasa daerah.
b. Landasan dan Tujuan Pendidikan
Sebagai pengaruh politik etis, maka arah etis (etische koers) dijadikan landasan dalam menentukan kebijakan dan langkah-langkah pendidikan.
› Pendidikan dan pengetahuan Barat diterapkan sebanyak mungkin bagi golongan Bumi Putra, hingga bahasa Belanda dijadikan pengantar di setiap jenis sekolah.
› Pemberian pendidikan rendah bagi golongan Bumi Putra disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Tujuan pendidikan Hindia Belanda pada dasarnya diarahklan untuk memenuhi keperluan tenaga kerja buruh demi kepentingan kaum bermodal Belanda (hanya untuk memperoleh tenaga kerja murah).
c. Jenis-jenis persekolahan
1) Pendidikan Rendah (Lager Onderwijs)
o Sekolah Rendah (Westersch Lagere Onderwijs), pengantar Belanda.
– Sekolah Rendah Eropa (Eropeesche Lagere School-ELS)
– Sekolah Bumi Putra (Inlandscheschool) Kelas Satu (Eerste Klasse) terdiri : Sekolah Cina Belanda (HCS-Holandch Chinee School) dan Sekolah Bumi Putra Belanda (HIS-Holandch Inland School)
o Sekolah Rendah dengan bahasa pengantar bahasa daerah
– Sekolah Bumi Putra Kelas Dua(Inlandsche School Tweede Klasse)
– Sekolah Desa (Volksschool)
– Sekolah Lanjutan (Vervolgschool)
o Sekolah Peralihan (Vervolgschool), merupakan sekolah peralihan dari sekolah desa ke sekolah dasar berbahasa pengantar Belanda
2) Pendidikan Lanjutan/Menengah (Middlebaar Onderwijs)
› MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs)
› AMS (Algemeene Middlebareschool), kelanjutan dari MULO
› HBS (Hogere Burger School), merupakan sekolah tinggi warga Negara, kelanjutan dari ELS
3) Pendidikan Kejuruan (Vakonderwijs)
a. Sekolah Pertukangan (Ambacht School), berbahasa daerah
b. Sekolah Pertukangan (Abbacht School), berbahasa Belanda, untuk menghasilkan mandor
c. Sekolah Tekhnik (Technisch Onderwijs), kelanjutan dari Ambachschool
d. Sekolah Dagang (Handels Onderwijs), kelanjutan Prins Hendrik School (1911)
e. Pendidikan Pertanian (Landbouw Onderwijs), untuk keperluan penduduk asli yang agraris, juga untuk keperluan perusahaan-perusahaan perkebunan Eropa yang mempergunakan pekerja dan pengawas Bumi Putra.
f. Pendidikan Kejuruan Kewanitaan (Meisjes Valkonderwijs), merupakan pendidikan kejuruan termuda yang dipengaruhi oleh gagasan R.A. Kartini.
g. Pendidikan Keguruan (Kweekschool) 1852 di Surakarta
4) Pendidikan Tinggi (Hooger Onderwijs)
Tahun 1910 didirikan Universitas Indonesia (Indische Universiteits Vereeninging) yang bertujuan untuk mendirikan pendidikan tinggi baik melalui swasta maupun pemerintah
› Pendidikan Tinggi Kedokteran : Merupakan pengembangan Sekolah Dokter Jawa 1815, lama belajar dua tahun, berasal dari lulusan sekolah dasar lima tahun.
› Pendidikan Tinggi Hukum (1909 di Jakarta)
› Pendidikan Tinggi Teknik (1920)
5. Pendidikan Swasta oleh Bumi Putra
a. Muhammadiyah
1.) situasi yang mendorong lahirnya Muhannadiyah
 Situasi Politik : perubahan politik dengan menganut faham liberalisme, berarti akan memerdekakan Indonesia, bagaimanapun Belanda bertujuan menegakkan kolonialisme, hanya caranya beda.
 Ekonomi Rakyat : Rakyat Indonesia hidup menderita dalam kemiskinan dan kemelaratan, karena kekayaan bumi kita telah diangkut dan dikeruk ke negeri Belanda.
 Kehidupan Agama Islam : Ajaran Islam telah banyak bercampur dengan ajaran yang bukan berasal dari Al-Qur’an dan Sunnah.
2) Gerakan Pembaharuan Islam, diantaranya :
– Membuang apa yang dianggap musyrik
– Meninggalkan perbuatan terlarang
– Kembali pada ajaran Islam yang murni
– Ukhuwah Islamiyah harus diwujudkan kembali
3) Muhammadiyah Bardiri (18 November 1912) oleh KH. Ahmad Dahlan, faktor yang menyebabkan :
 Faktor Intern
– Kehidupan beragama tidak sesuai Al-Qur’an dan Sunnah
-Indonesia dalam kemiskinan, kebodohan, kekolotan dan kemunduran
– Tidak adanya persatuan dan kesatuan
– Kegagalan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang tidak mampu memenuhi tuntutan zaman
 Faktor Ekstern
– Pendidikan kolonialisme bersifat sekunder
– Sikap bahwa agama sudah ketinggalan zaman
– Adanya Kristenisasi
4) Dasar dan Tujuan Pendirian Muhammadiyah
a. Dasar Pendidikan : Ajaran Islan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah
b. Tujuan Pendidikan Muhammadiyah
– mengembalikan amal dan perjuangan umat pada sumber Al-Qur’an dan Sunnah
– Menafsirkan ajaran-ajaran Islam secara modern
– Memperbaharui sistem pendidikan Islam sesuai kemajuan zaman
5) Jenis Sekolah
Ada yang bercorak umum seperti sekolah yang diselenggarakan Belanda dan ada yang khusus ke-Islaman.
Pada dasarnya Muhammadiyah mendirikan sekolah, sesuai dan sama dengan sekolah-sekolah Belanda.
b. Taman Siswa dan INS (indonesia Nenderlansche School)
Senin tiga Juli 1922 didirikan Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara, yang merupakan dua dari tiga pendidikan swasta Bumi Putra. Pada awalnya bernama Nation Onderwijs Institut Taman Siswa, lalu menjadi perguruan tinggi Taman Siswa yang berpusat di Yogyakarta pada 1930.
1) Alasan Berdirinya Taman Siswa
 Pendidikan dan pengajaran untuk mengembangkan benih turunan, agar tumbuh sehat lahir batinnya.
 Menghapus pengajaran untuk kepentingan kolonial, karena untuk mengejar diploma saja.
 Menumbuhkan kemandirian, karena perlawanan tidak hanya fisik tetapi juga lahiriyah. Untuk pemerataan benih hidup merdeka melalui pendidikan.
 Melahirkan pendidikan yang berlandaskan kebudayaan sendiri dan mementingkan kepentingan masyarakat.
2) Azas, Dasar dan Tujuan Pendidikan
a. Azas Pendidikan
Menerapkan nilai dasar yang dilaksanakan dan harus tetap dipegang oleh pendidik.
– hak seorang untuk mengatur hidupnya sendiri
– pelajaran dapat mejadikan manusia merdeka batin, pikiran dan tenaganya
– sesuai dengan kebudayaan sendiri dan kodrat manusia
– untuk ditujukan golongan rakyat terbesar
– harus adanya kekuatan sendiri
– dapat dipikul sendiri dengan pendapatan biasa
– pengabdian pendidik kepada anak didik
b. Dasar Pendidikan
Dasar Taman Siswa :
 Kodrat Alam : sebagai bekal dan dasar untuk menumbuhkan, memelihara dan memajukan hidupnya. Hakekat manusia sebagai makhluk adalah satu dengan kodrat alam.
 Kemerdekaan : merdeka berarti dapat diartikan bebas. Namun tetap berazas disiplin dan nilai tinggi baik sebagai individu maupun sebagi anggota masyarakat.
 Kebangsaan : merasa satu dengan bangsa sendiri.
 Kemanusiaan : dapat mengembangkan akal budinya bagi pribadi maupun masyarakat.
3) Pelaksanaan Pendidikan
a. Tujuan Pendidikan : untuk menumbuhkan dan mengembangkan bakat yang dimiliki anak dan percaya diri, atas dasr budaya bangsa.
b. Perguruan (Paguron) : dulu istilahnya sering disebut pesantren.
c. Jenis Pendidikan : Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi.
c. INS (Indonesia Nederlandsche School)
Lembaga pendidikan yang didirikan Mohamad Syafei. Lembaga ini dilengklapi dengan mengutamakan ekspresi yaitu menggembar, menyanyi dan kerajinan tangan.
6. Masa Pendudukan Jepang
a. Landasan dan Tujuan Pendidikan
Pada masa Jepang para pelajar diwajibkan mengikuti latihan fisik, latihan kemiliteran dan indoktrinasi. Landasan Idiil pendidikan pada zaman Jepang yaitu Hakko Ichiu.
b. Sistem Persekolahan
Perubahan demi perubahan sistem persekolahan berpengaruh pada sistem penggolongan baik sistem penghapusan status sosial.
c. Hal yang menguntungkan
– dijadikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar
– penerjemahan bahasa asing
– memiliki keterampilan
– menggebunya perasaan akan kebudayaan dan kemerdekaan
– penghapusan diskriminasi
– mendapat pelatihan dan pendidikan untuk memegang jabatan
– menstatuskan negeri semua sekolah

banyak pengalaman orang tua kita saat mengalami Pendidikan Zaman Pendudukan Asing, silakan share untuk memperkaya khasanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *