mesjid

Pendidikan Zaman Islam

Pendidikan Zaman Islam

pendidikan zaman islam menjadi bahasan kedua secara historis setelah setelah pendidikan zaman hindu/budha. pendidikan zaman islam ini mempengaruhi hampir seluruh nusantara.

Pendidikan Zaman Islam
1. Masuknya Islam sebagai awal sejarah pendidikan zaman islam

Masuknya Islam ke daerah Aceh diketahui dari tulisan pengalaman Marco Polo. Mengenai masuknya Islam ada beberapa pendapat :
a. Islam masuk melalui Persia
Dikemukakan karena adanya kesamaan ejaan tulisan Arab dan adanya kebudayaan yang berkaitan dengan Persia.
b. Islam masuk ke Indonesia melalui Gujurat (India)
Batu nisan raja Islam Malikul Saleh berbentuk dan memiliki ukiran yang becorak Hindu gaya Gujarat.
c. Islam masuk ke Indonesia melalui Mesir dan Mekah
Alasan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) :
– Tercatat di buku perjalanan seorang pengembara Muslim(Ibnu Batutah)
– Gelar yang dipakai raja Pasai yang tidak terdapat di Persia atau India
– Mazhab yang berpengaruh di Indonesia
– Ulama Indonesia sudah ada yang mengajar di Arab
– Pembelian batu dari gujarat bukan berarti mempelajari Islam di gujarat

2. Inti Ajaran Islam mempengaruhi pendidikan zaman islam

a. Islam sebagai Agama Tauhid
Tauhid yaitu keyakinan bahwa Tuhan itu Esa segala-galanya, tidak ada sesuatupun yang dapat menyamai-Nya.
b. Manusia adalah sama di sisi Allah
Islam mengajarkan persamaan dan persaudaraan antar sesama manusia. Tidak membedakan golongan, yang berbeda hanyalah taqwanya kepada Allah.
c. Iman, Islam dan Ikhsan
Ajaran Islam terdiri dari tiga pokok, yaitu :
– Iman : mempercayai adanya Allah dan ciptaan-Nya(rukun Islam)
– Islam : menyerahkan diri pada Allah dan tidak menyekutukan-Nya
-Ikhsan : mengabdi pada Allah seolah-olah berhadapan langsung, merupakan manifestai dari iman dan Islam dalam berprilaku kehidupan sehari-hari yang dihadapi manusia.
3. Pendidikan
a. Perkembangan Pendidikan
Pendidikan Islam berlangsung sejak masuk di Indonesia, belum memiliki organisasi, masih bersifat sporadis. Mulai teratur sejak meninggalnya ulama Maulana Malik Ibrahim (1419). Dalam penyebaran Islam di Jawa, para ulama lebih dikenal dengan ’wali’. Para wali dikenal dengan ’wali songo’ karena jumlahnya sembilan, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Kalijogo, Sunan Maria dan Sunan Gunung Jati.
Pendidikan lebih teratur setelah Raden Patah mendirikan Pesantren di hutan Glagah Arum (1475) di bawah kekuasaan Majapahit. Pada 1500 Raden Patah memisahkan diri dengan Majapahit yang sudah lemah, sehingga penyebaran Islam lebih meluas hingga pelosok.
Tahun 1568 pemerintahan, penyebaran serta pendidikan Islam berpusat di Mataram. Pada waktu Sultan Agung terjadi sintesa antara kebudayaan Islam dengan sebelumnya, yaitu :
– tahun Caka diganti dengan tahun Hijriyah
– gamelan sekaten hanya dibunyikan saat Maulid
– perayaan Grebeg pada bulan puasa disebut Grebeg Poso, saat Maulid disebut Grebeg Mulud
b. Dasar dan Tujuan Pendidikan
Dasar pendidikannya ialah ajaran Islam yang mengandung kerangka iman, Islam dan Ikhsan (tauhid). Tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan pengabdian manusia pada Allah, sehingga memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
c. Lembaga-lembaga Pandidikan
Perluasan ajaran Islam berlaku dengan damai dan edukatif melalui lembaga pendidikan. Pendidikan dilaksanakan di surau, langgar, mesjid, pondok pesantren atau di rangkang (Aceh).
d. Metode Pendidikan
– metode sorongan (individual)
– metode halaqah/palagan
e. Ciri-ciri pendidikan
– bersifat religius
– guru tidak memperoleh bayaran
– pendidikan Islam bersifat demokratis

tulisan tentang Pendidikan Zaman Islam ini adalah resume hasil bacaan penulis, silakan berikan tanggapan, pertanyaan dan koreksi untuk memperluas khasanan bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *