Kompulsi (Compulsion), Simptom Psychastenia

Kompulsi (Compulsion), Simptom Psychastenia

 

Kompulsi (Compulsion), Simptom Psychastenia Adalah simpton lain yang sering menyertai psychastenii. Definisi Kompulsi: ialah tendens atau implus yang tidak tertahankan atau tak bisa dicegah untuk melakukan suatu perbuatan.Tendensi keinginan yang tidak bisa dikontrol atau dikendalikan; dan bertentangan dengan kemauan yang sadar sewaktu melakukannya.

Kompulsi (Compulsion), Simptom Psychastenia merupakan satu keadaan psikologis, dalam mana seseorang berbuat melawan kemauan sendiri, atau berbuat bertentangan dengan kecenderungan sendiri.

Misalnya berupa mania untuk terus menerus mandi dan mencuci tangan, tics, mengangguk sebelum melewati sebuah pintu, menghitung tiang-tiang listrik waktu naik kereta api; kleptomania, mengitari kursi sebelum duduk di atasnya, dan lain-lain.

Sifatnya yang karakteristiknya ialah: jika penderita melakukan perbuatan tersebut, ia dapat merasakan suatu kesenangan dan kepuasan. Jika tidak melakukannya atau menekannya, akan timbul rasa senang, berdosa, rasa bersalah atau tidak puas; dia akan menjadi bingung atau panik.

Kleptomania

Sebab-sebab Kompulsi (Compulsion), Simptom Psychastenia

1)      Represi pengalaman lama; ada trauma mental dan trauma emosional.

2)      Ada konflik-konflik antara nafsu/keinginan-keinginan dengan ketakutan-ketakutan.

3)      Ada kebiasaan-kebiasaan tertentu dan idee-fixed.

4)      Perbuatan-pernuatan kompulsif merupakan substitusi atau penggantian dari keinginan-keinginan yang ditekan.

Bentuk-bentuk tingkah laku Kompulsi (Compulsion), Simptom Psychastenia 

  1. Kleptomania: tendensi yang tak bisa dicegah untuk mencari.
  2. Pyromania: tendensi yang tak dapat dicegah untuk membakar.
  3. Dipsomania: tendensi yang tak dapat dicegah untuk terus-menerus minum minuman keras.
  4. Wanderlust (wandellust): tendensi yang tak bisa dicegah untuk melakukan suatu perbuatan yang melambangkan satu ide. Misalnya terus-menerus menghitung, mencuci (tangan, kaki, tubuh); kerapian yang berlebih-lebihan, dan lain-lain.

Simptom reaksi kompulsif-obsessif ialah kekacauan psiko-neurotis dengan kecemasan-kecemasan, yang berkaitan dengan pikiran-pikiran yang tidak terkontrol, dan berhubungan dengan impuls-impuls repetitif  untuk melakukan suatu perbuatan.

Penderita sadar kalau pikiran dan kecemasan itu sia-sia, tidak pantas/perlu; abnormal, absurd tak mungkin. Namun ia tidak mampu mengontrolnya. Sebab itu ia dikuasai oleh simptom kecemasan tersebut; dan dengan sia-sia melawan pikiran dan kecemasannya.

 

Banyak juga para ahli yang menggunakan istilah obsesi dan kompulsi secara bersamaan menjadi  Obsessive-Compulsive Disorder karena keterkaitan antara keduanya. Salah satu kaitan obsesi dan kompulsi adalah kenyataan bahwa kompulsi merupakan pengulangan perilaku di mana individu merasa harus melakukan hal tersebut untuk meredakan pikiran obsesifnya, meskipun perilaku kompulsi ini tidak selalu berkaitan secara langsung untuk meredakan pikiran tersebut.

 

Kompulsi (Compulsion), Simptom Psychastenia disusun oleh mahasiswa psikologi pendidikan dan bimbingan berdasarkan studi literatur untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa, mahasiswa juga dibekali dengan bahasan program di artikel Pengembangan Program BK Perkembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *