Kesehatan Mental Dalam Perspektif Sosial

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Sosial

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Sosial  belum terlalu banyak dikaji karena di tanah air kita sendiri masalah mental hygiene merupakan barang baru, sehingga pemerintah dan umum belum banyak menaruh minat padanya. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan umum mengenai masalah mental hygiene yang masih sedikit sekali serta situasi kecilnya keuangan Negara yang menitikberatkan pada pembangunan di bidang ekonomi dan pertanian.

Mengingat makin pesatnya urbanisasi di kota-kota besar, pembangunan di segala bidang industrialisasi dan mekanisasi. Hingga menyebabkan masyarakat  jadi makin kompleks, maka tak heran jika di kota-kota besar muncul banyak masalah sosial yang menjadi penyebab utama bagi macam-macam penyakit mental. Misalnya mengakibatkan munculnya “saudara-saudara yang ketinggalan” yang tidak dapat mengadakan adjustment atau penyesuaian diri secara cepat terhadap perubahan sosial dalam masyarakat kita. Mereka mengalami frustrasi, kekecewaan dan konflik-konflik. Jika gangguan emosional dan ketegangan batin ini berlangsung terus menerus atau kronis, maka hal tersebut pasti menimbulkan macam-macam penyakit mental atau gangguan mental.

Gangguan emosional dan penyakit mental banyak pula timbul dalam masa transisi dimana terjadi peralihan kebudayaan, misalnya dari periode agraris beralih ke fase mekanisasi dan industrialisasi serta urbanisasi. Pada waktu itu terjadi diskontinuitas atau perloncatan antara dua periode kebudayaan. Pada saat sedemikian tidak sedikit orang yang menjadi bingung dan ketakutan serta menderita penyakit mental dari stadium yang terringan sampai stadium yang berat dari kegilaan.

Keadaan transisi penuh perubahan sosial dan gejolak-gejolak masyarakat yang mengandung dimensi ketegangan tinggi semacam ini tengah kita alami di tanah air sekarang. Sehingga ilmu mental hygiene dapat ikut memberikan saham positif guna usaha pencegahan timbulnya penyakit jiwa atau penyakit mental, yaitu dengan usaha-usaha yang preventif dan mengadakan kegiatan-kegiatan konkret untuk memajukan kesehatan mental bagi segenap rakyat di pelosok tanah air. Adapun karakteristik pribadi yang sehat mentalnya secara sosial diantaranya yaitu:

  1. Memiliki perasaan empati dan rasa kasih sayang (affecttion) terhadap orang lain, serta senang untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang memerlukan pertolongan (sikap altruis)
  2. Mampu berhubungan dengan orang lain secara sehat, penuh cinta kasih dan persahabatan.
  3. Bersifat toleran dan mau menerima tanpa memandang kelas sosial, tingkat pendidikan, politik, agama, suku, ras, atau warna kulit.

Berikut prinsip-prinsip tentang kesehatan mental yang didasarkan kepada hubungan manusia dengan lingkungan sosialnya.

  1. Kesehatan mental dalam penyesuaian diri tergantung kepada hubungan antar pribadi yang harmonis, terutama dalam kehidupan keluarga.
  2. Penyesuaian yang baik dan ketenangan batin tergantung kepada kepuasan dalam bekerja.

Kesehatan mental dan penyesuaian diri dicapai dengan sikap yang realistic, termasuk penerimaan terhadap kenyataan secara sehat dan objektif.

 

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Sosial ini adalah hasil tulisan mahasiswa PPB FIP UPI angkatan 2007 pada tahun 2008.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *