Kesehatan Mental Dalam Perspektif Psikologis

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Psikologis

 

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Psikologis memandang dari basis psikologis abnormalitas mental atau ketidaksehatan mental adalah ketidakmampuan individu menghadapi realitas, yang membuahkan banyak konflik mental pada dirinya. Biasanya penderita yang tidak sehat mentalnya adalah individu yang tidak mampu atau sengaja tidak mau memikul tanggung jawab kedewasaan. Misalnya disebabkan oleh tekanan ekonomis yang amat berat, dikecewakan dalam cintanya, kegagalan dalam profesi, ketidakamanan fisik dan oleh pengalaman-pengalaman yang sangat tidak menyenangkan lainnya, sehingga orang menjadi takut, lalu mencoba mengingkari atau menolak tanggungjawab sendiri. Kebiasaan buruk ini mendorong dirinya untuk melarikan diri dar kesulitan dan kepahitan realitas hidup yang sangat menyulitkan daya penyesuaian dirinya di tengah masyarakat.

Selanjutnya, disiksa oleh frustasi dan konflik-konflik jiwa sendiri, dia selalu berusaha lari dari realitas yang dirasakan seperti tidak sanggup ditanggung olehnya lagi. Lalu dia menciptakan satu dunia fantasi/imajiner yang dianggap lebih cocok dan lebih enak serta sesuai dengan harapan/ impiannya. Maka dunia fantasi, mimpi-mimpi siang dan khayalan pada orang dewasa itu intinya merupakan halunasi dari kegilaan. Oleh karena itu, kegilaan dilihat dari segi pandang psycho-hygiene merupakan bentuk pelarian patologis dari dunia nyata yang dirasakan sangat berat, tidak memuaskan atau yang sengaja ditolak oleh penderita yang bersangkutan. Karena itu dia lebih senang bersembunyi dalam dunia angan-angan sendiri yang dianggap lebih menyenangkan.

Oleh karena itu, pada esensinya emang tidak ada garis demarkasi yang jelas antara normalitas dan abnormalitas, antara kesehatan mental dan ketidaksehatan mental, juga antara jiwa yang waras dengan jiwa yang kurang/tidak waras.

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Psikologis

Meskipun begitu, Deskripsi tentang pribadi normal dengan mental yang sehat diuraikan dalam satu daftar kriteria oleh maslow and mittelmann dalam bukunya “principles of abnormal psychology” sebagai berikut:

  1. Memiliki rasa aman (sense of security) yang tepat.
  2. Memilki penilaian diri/self evaluation dan wawasan diri yang rasional.
  3. Punya spontanitas dan emosionalitas yang tepat.
  4. Mempunyai kontak dengan realitas secara efisien.
  5. Memiliki dorongan dan nafsu-nafsu jasmaniah yang sehat.
  6. Mempunyai pengetahuan diri yang cukup, dengan motif hidup yang sehat dan kesadaran tinggi.
  7. Memiliki tujuan hidup yang tepat yang bisa dicapai dengan kemampuan sendiri.
  8. Memiliki kemampuan belajar dari pengalaman hidup.
  9. Ada kesanggupan untuk memuaskan tuntutan dan kebutuhan dari kelompoknya.
  10. Ada sikap emansipasi yang sehat terhadap kelompok dan kebudayaannya.
  11. Ada integritas dalam kepribadiannya.

Dalam buku Mental Hygiene Perkembangan Kesehatan Mental dalam Kajian Psikologi dan Agama,Syamsu Yusuf juge menjelaskan karakteristik pribadi yang sehat mentalnya secara psikologis diantaranya yaitu:

  1. Respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
  2. Memiliki insight dan rasa humor.
  3. Memiliki respons emosional yang wajar.
  4. Mampu berpikir realistic dan objektif.
  5. Terhindar dari gangguan-gangguan psikologis.
  6. Bersifat kreatif dan inovatif.
  7. Bersifat terbuka dan fleksibel, tidak defensive.
  8. Memiliki perasaan bebas (sense of freedom).

 

Meskipun memang ada perbedaan yang mendasar pada ketiga sudut pandang tersebut, namun semuanya memiliki satu hubungan yang saling berkaitan. Seseorang yang mentalnya tidak sehat yang kemungkinan disebabkan suatu konflik sosial, sementara dalam dirinya tidak tertanam kuat keyakinan akan tuhan dan agamanya sehingga ia tidak dapat menanggung apalagi menyelesaikan konflik tersebut yang berakibat pada terganggunya unsur psikis dalam dirinya dan menimbulkan ketidaksehatan mental. Jadi, dari penggambaran diatas dapat dipahami bahwa sesungguhnya diantara ketiga hal tersebut yaitu Agama, sosial dan psikologis terdapat hubungan yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

 

DAFTAR PUSTAKA

Yusuf, Syamsu. 2004. Mental Hygiene Perkembangan Kesehatan Mental dalam Kajian Psikologi dan Agama. Bandung: Bani Quraisyi.

Kartono, Kartini. 2000. Hygiene Mental. Bandung : Mandar Maju.

Prasojo, Wieriyanto. 2005. Kesehatan Mental. Jakarta: Tsaqafah.

 

Kesehatan Mental Dalam Perspektif psikologis  ini adalah hasil tulisan mahasiswa PPB FIP UPI angkatan 2007 pada tahun 2008.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *