Kesehatan Mental Dalam Perspektif Agama

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Agama

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Agama sudah dipikirkan para ahli sejak dulu. Sebenarnya pendekatan agama dalam penyembuhan gangguan psikologis merupakan bentuk penyembuhan yang paling tua. Telah beberapa abad lamanya para nabi atau para penyebar agama melakukan peranan-peranan therapeutic, terutama dalam menyembuhkan penyakit-penyakit rohaniah umatnya. Metode pengobatan lainnya yang digunakan dalam menyembuhkan gangguan mental diantaranya yaitu Syahadat, Iman dan takwa, Silaturahmi, Amal saleh, Sabar, dan salat.

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Agama

dalam Kesehatan Mental Dalam Perspektif Agama, ada kecenderungan bahwa orang-orang di zaman modern ini semakin rindu atau haus akan  nilai-nilai agama, sehinga tausiyah, nasihat, atau kesempatan dialog dengan para kyiai, ustadz sangat diharapkannya. Mereka merindukan hal itu dalam upaya mengembangkan wawasan agamanya atau mengatasi masalah-masalah kehidupan yang sulit diatasinya tanpa nasihat keagamaan tersebut.

Oleh karena itu, Sebagai petunjuk hidup bagi manusia dalam mencapai mentalnya yang sehat, agama berfungsi sebagai berikut :

  1. Memelihara fitrah, manusia yang telah bertakwa kepada Tuhan berarti dia telah memelihara fitrahnya sehingga manusia dapat menghindarkan diri dari perbuatan dosa.
  2. Memelihara jiwa
  3. Memelihara Akal
  4. Meelihara Keturunan

Para ahli juga mengemukakan pendapat tentang pengaruh agama terhadap kesehatan mental sebagai berikut.

  1. William James  berpendapat bahwa keimanan pada Tuhan adalah terapi terbaik bagi keresahan dan merupakan penopang hidup.
  2. Carl G. Jung mengemukakan bahwa yang menyebabkan pasien terjangkit penyakit adalah hilangnya dasar – dasar agama mereka dan mereka akan sembuh setelah mereka kebali kepada wawasan agama.
  3. A. A Briel mengatakan bahwa individu yang benar – benar religius tidak akan pernah menderita sakit jiwa.
  4.  Shelley E. Taylor mengemukakan beberapa hasil penelitian para ahli tentang dampak positif agama terhadap kesehatan mental dan kemampuan mengatasi stress yang diantaranya sebagai berikut:
  5. Palaotzian dan Kirkpatrick mengemukan bahwa agama dapat meningkatkan kesehatan mental dan membantu individu untuk mengatasi stress.
  6. Ellison mengemukakan bahwa agama dapat mengembangkan kesehatan psikologis banyak orang, orang yang kuat imannya akan lebih bahagia dan lebih sedikit mengalami dampak negatif dari kehidupan.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa agama mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan mental individu. Adapun pribadi yang sehat mentalnya menurut perspektif agama diantaranya yaitu:

  1. Beriman kepada Allah dan taat mengamalkan ajarannya.
  2. Jujur, amanah (bertanggung jawab) dan ikhlas dalam beramal.

Selain itu, dalam bukunya Kesehatan Mental, Prasojo menjelaskan Prinsip-Prinsip  Kesehatan Mental Kaitannya dengan Agama yang Didasarkan pada Hubungan Manusia Dengan Tuhan Adalah Sebagai Berikut

  1. Kestabilan mental tercapai dengan perkembangan kesadaran seseorang terhadap sesuatu yang lebih luhur daripada dirinya sendiri tempat ia bergantung kepada Tuhan.
  2. Kesehatan mental dan ketenangan batin (equanimity) dicapai dengan kegiatan yang tetap dan teratur dalam hubungan manusia dengan Tuhan, seperti melalui sholat dan berdoa.

 

sumber:

Yusuf, Syamsu. 2004. Mental Hygiene Perkembangan Kesehatan Mental dalam Kajian Psikologi dan Agama. Bandung: Bani Quraisyi.

Kartono, Kartini. 2000. Hygiene Mental. Bandung : Mandar Maju.

Prasojo, Wieriyanto. 2005. Kesehatan Mental. Jakarta: Tsaqafah.

 

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Agama ini mewarnai Konsep dan Orientasi Baru Bimbingan dan Konseling.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *