GEJALA – GEJALA KEJIWAAN PADA MANUSIA NORMAL

07 August of 2012 by

GEJALA – GEJALA KEJIWAAN PADA MANUSIA NORMAL

1. Persepsi

Sensasi adalah penerimaan stimulus melalui alat indera, sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada didalam otak. Keduanya berhubungan dan tidak bisa dipisah. Organisasi dalam persepsi mengikuti prinsip :

  1. Wujud dan Latar, Objek selalu muncul sebagai wujud (figure) dengan hal lainnya sebagai latar (ground).
  2. Pola pengelompokan, hal – hal tertentu cenderung kita kelompokan dalam persepsi kita.

 

Perbedaan persepsi disebabkan :

  1. Perhatian/Perbedaan fokus
  2. Set : Harapan seseorang tentang rangsang yang akan timbul
  3. Kebutuhan yang berbeda
  4. Sistem Nilai
  5. Ciri kepribadian
  6. Gangguan kejiwaan

2. Belajar dan Berpikir

Belajar adalah suatu proses dimana suatu tingkah laku ditimbulkan atau diperbaiki melalui serentetan reaksi atas situasi atau rangsang yang terjadi. Faktor yang mempengaruhi proses belajar:

  1. Waktu Istirahat
  2. Pengetahuan tentang materi yang dipelajari secara menyeluruh
  3. Pengertian terhadap materi yang dipelajari
  4. Pengetahuan akan prestasi sendiri
  5. Transfer : Pengaruh pengetahuan sebelumnya terhadap proses belajar

Berpikir adalah tingkah laku yang menggunaka ide, yaitu suatu proses simbolis. Seseorang berpikir bukan saja dengan otaknya, tetapi juga dengan seluruh tubuhnya. Macam kegiatan berpikir :

  1. Berpikir asosiatif: suatu ide merangsang timbulnya ide lain. Macam berpikir asosiatif :
    1. Asosiasi bebas, tanpa ada batasnya
    2. Asosiasi terkontrol, dalam batas – batas tertentu
    3. Melamun
    4. Mimpi
    5. Berpikir artistic, proses berpikir yang sangat subjektif
    6. Berpikir terarah
      1. Berpikir kritis
      2. Berpikir kreatif : berpikir untuk menentukan hubungan – hubungan baru untuk memecahkan persoalan

3. Mengingat

Bentuk Ingatan :

  1. Rekognisi : Mengingat yang terjadi dalam beberapa bentuk
  2. Recall : Mengingat sesuatu dimasa lalu tanpa mengenakan sesuatu itu pada indera kita
  3. Reproduksi : Mengingat dengan cukup tepat untuk memproduksi bahan yang pernah dipelajari
  4. Performance : Melakukan kebiasaan yang sangat otomatis

Ada istilah penting dalam ingatan yaitu kebiasaan. Tanpa kebiasaan kita tidak bisa mempelajari proses pembentukan. Tanpa mempelajari proses pembentukannya, seseorangan tidak dapat memahami kepribadian, perkembangan seseorang, berpikir ataupun mengingat. Ada beberapa cara untuk mengingat yaitu :

  1. Rekoleksi : Menimbulkan kembali ingatan suatu peristiwa lengkap dengan segala detailnya
  2. Pembauran ingatan
  3. Memanggil kembali ingatan dengan cara mengingat kembali suatu hal terlepas dari hal lain di masa lalu
  4. Rekognisi
  5. Mempelajari kembali

 

4.  Emosi

1. Teori Emosi

Nativistik mengatakan bahwa emosi pada dasarnya merupakan bawaan sejak lahir. Sedangkan empiristik mengatakan bahwa emosi dibentuk oleh pengalaman dan proses berpikir.

2. Perubahan pada tubuh saat terjadi emosi

a. Reaksi Elektris pada kulit : meningkat apabila terpesona

b. Peredaran darah : Bertambah cepat bila marah

c. Denyut jantung bertambah cepat bila terkejut, dan lain – lain

3. Penggolongan Emosi

a. Emosi yang sangat mendalam menyebabkan aktifitas badan sangat tinggi

b. Satu orang dapat menghayati satu macam emosi dengan berbagai cara

c. Nama jenis emosi biasanya didasarkan pada sifat rangsangannya, bukan pada keadaan emosinya sendiri

d. Pengenalan emosi secara subjektif dan introspektif

4. Pertumbuhan Emosi, hal ini ditentukan oleh proses pematangan dan proses belajar. Makin besar anak itu, makin besar pula kemampuannya untuk belajar sehingga perkembangan emosinya makin rumit.

5. Takut, yaitu perasaan yang sangat mendorong individu untuk menjauhi sesuatu dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan hal tersebut.

6. Khawatir, yaitu rasa takut yang tidak mempunyai objek yang jelas atau tidak ada objeknya sama sekali.

7. Cemburu, bentuk khusus kekhawatiran dan ketakutan akan kehilangan kasih sayang dari seseorang.

8. Gembira, suatu ekspresi kelegaan yaitu perasaan bebas dari ketegangan

9.  Marah, Bersumber dari hal yang menggangu aktifitas untuk mencapai tujuannya

5. Motif. Berarti rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu tingkah laku. Motifasi merupakan seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang mendorong dorongan yang timbul dalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi tersebut, dan tujuan atau akhir dari gerakan atau perbuatan.

  1. Frustrasi, adalah suatu keadaan dalam diri individu yang disebabkan tidak tercapainya kepuasan atau suatu tujuan karena adanya halangan. Jenis frustrasi :
    1. Frustasi lingkungan, halangan berasal dari lingungan
    2. Frustrasi pribadi, terjadi karena perbedaan antara tingkatan aspirasi dengan tingkatan kemampuannya
    3. Frustasi konflik, disebabkan oleh konflik dari berbagai motif dalam diri seseorang. Tiga macam konflik :
      1. Konflik mendekat – mendekat : dua atau lebih tujuan bernilai positif dan individu harus memilih
      2. Konflik mendekat – menjauh : objek mempunyai nilai positif dan negative
      3. Konflik menjauh – menjauh : individu dihadapkan pada dua pilihan bernilai negatif dan harus dihindari

Reaksi individu terhadap frustrasi :

  1. Bertindak secara eksplosif : membuat atau melakukan perbuatan sehingga ketegangan diri berkurang
  2. Melakukan kompensasi : membuat pengganti untuk mencapai tujuan
  3. introversi : berimajinasi sudah mencapai tujuan, hal ini bisa berakibat jadi halusinasi (Autisme)
  4. Sublimasi tujuan : mencari alternatif tujuan yang hampir sama
  5. Reaksi Psikopatis : tidak menghiraukan rintangan
  6. Simbolisasi : berbuat seolah sudah mencapai tujuan
  7. Jenis Motif

Menurut W.I Thomas tahun 1923 motif terbagi :

  1. Motif rasa aman, motif dasar
    1. Kebutuhan fisiologis. Contoh lapar
    2. Kebutuhan akan keselamatan
    3. Kepercayaan dan kesesuaian diri dengan lingkungan
    4. Motif Respons, merupakan keinginan manusia berhubungan dengan manusia lain
    5. Motif pengalamsn baru
    6. Motif pengenalan diri

c.   Insentif

Yaitu suatu kondisi atau situasi diluar diri individu yang bisa mempengaruhi motif. Berdasarkan fungsinya dibagi dua yaitu, insentif yang meningkatkan motif (insentif positif) dan yang menghambat motif (insentif negatif).

BERBAGAI ALIRAN DAN METODE DALAM PSIKOLOGI

Previous:

BERBAGAI ALIRAN DAN METODE DALAM PSIKOLOGI

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Psikologis

Next:

FASE DAN CIRI-CIRI PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN

You may also like

Post a new comment