Fungsi Manajemen dalam Bimbingan dan Konseling

07 September of 2013 by

Perencanaan

Perencanaan (planning) merupakan proses penentuan serangkaian kegiatan untuk mencapai sesuatu tujuan dan pemutusan bagaimana, kapan dan oleh siapa kegiatan-kegiatan itu dilakukan. Perencanaan yang baik harus bersifat fleksibel artinya apabila rencana telah diimplementasikan dan diawasi ternyata perlu adanya modifikasi-modifikasi, selayaknya rencana tersebut dimodifikasi agar tetap berguna. Jadi perencanaan tersebut harus mempertimbangkan kebutuhan akan fleksibilitas, agar mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi baru secepat mungkin.

Uman Suherman dan Dadang Sudrajat (1998 : 32) mengemukakan beberapa keuntungan yang diperoleh dengan pengembangan program bimbingan yang terencana yaitu sebagai berikut :

Keuntungan bagi siswa diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Antara siswa yang satu dengan yang lainnya mendapatkan bimbingan secara seimbang, baik dalam kesempatan maupun dalam jenis layanan.
  2. Secara keseluruhan siswa memperoleh kesempatan yang sama dalam memperoleh bimbingan.

Keuntungan bagi petugas atau pelaksananya adalah sebagai berikut :

  1. Dapat menyusun program kerja yang luas, terencana dan operasional.
  2. Dapat menghemat waktu, usaha dan biaya dengan menghindarkan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan.
  3. Dapat dihindari terjadinya overlapping, antara guru pembimbing dengan staf sekolah lainnya.
  4. Setiap petugas akan mengetahui tugas dan peranannya sendiri.
  5. Memungkinkan para petugas untuk menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuan sebdiri dan untuk kepentingan para siswa yang dibimbingnya.
  6. Mudah untuk melaksanakan evaluasi program bimbingan.

Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling

Longenedcer (1972) mendefinisikan pengorganisasian sebagai aktivitas menetapkan hubungan antara manusia dan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Pengertian ini memberi penjelasan bahwa kegiatan pengorganisasian berkaitan dengan upaya melibatkan orang-orang ke dalam kelompok (organisasi), dan upaya melakukan pembagian kerja antara anggota kelompok untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan di dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Agar pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling dapat mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling yang baik, maka beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :

  1. Semua personel sekolah, meliputi kepala sekolah, koordinator bimbingan, guru pembimbing, guru mata pelajaran, wali kelas, dan staf administrasi bimbingan harus dihimpun dalam satu wadah, sehingga terwujud satu kesatuan cara bertindak dalam usaha membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
  2. Mekanisme kerja, pola kerja atau prosedur kerja bimbingan dan konseling di sekolah harus tunggal, sehingga para siswa tidak menjadi bingung karena adanya berbagai bentuk layanan bimbingan atau layanan lainnya yang serupa yang dilaksanakan oleh petugas-petugas yang berbeda.
  3. Tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing petugas yang terlibat dalam pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah harus dirinci dengan jelas, sehingga masing-masing petugas bimbingan akan dapat memahami dan mengerti kewajiban dan tanggung jawab masing-masing.

Manfaat pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling adalah:

  1. Agar setiap personel bimbingan menyadari tugas, peranan, kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing-masing.
  2. Agar terhindar dari terjadinya tumpang tindih tugas diantara para personel bimbingan.
  3. Agar terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur.
  4. Agar tercapai kelancaran, efisiensi & efektivitas pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling.

Adapun proses pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling di SMU meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Pengelompokkan kerja kegiatan layanan bimbingan.
  2. Penbagian tugas, peranan, tanggung jawab dan wewenang bagi personel bimbingan.
  3. Penyusunan suatu mekanisme kerja layanan bimbingan dan konseling.
  4. Penyusunan suatu struktur organisasi bimbingan.

Pengontrolan manajemen BK

Pengawasan bimbingan dan konsling di sekolah pada dasarnya dilaksanakan oleh pengawas sekolah bidang bimbingan dan konseling. Dalam pengawasan hal-hal pokok yang petrlu mendapat perhatian adalah :

  1. Penilaian hasil kegiatan bimbingan dan konseling
  2. Kemamapuan guru pembimbing dan pembinanya
  3. Laporan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling
  4. Fasilitas pelaksanaan dan pngembangan BK
  5. Organisasi dan manajmen BK
  6. 4.    Evaluasi dan tindak lanjut

Hasil yang telah dilakukan pengawas selanjutnya dievaluasi, dianalisis, dan diberi upaya tindak lanjut. Evaluasi dalam bimbingan dan konseling lebih bersifat penilaian dalam proses yang dapat dilakukan dngan :

  1. Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan.
  2. Mengungkapkan pemahaman siswa atau bahan-bahan yang disajikan.
  3. Mengungkap kgunaan layanan bagi siswa.

Tindak lanjut program dilaksanakan berdasarkan hasil analisis, ada tiga kemungkinan kegiatan pokok yang dapat dilakukan oleh guru pembimbing sebagai upaya tindak lanjut, yaitu :

  1. Memberikan tindak lanjut singkat dan segera.
  2. Menempatkan atau mengikutsertakan siswa dalam jenis layanan tertentu.
  3. Memebentuk program satuan layanan atau pendukung yang baru.

Sumber:

Surur, Naharus.(2004).Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling yang Berorientasi Kecakapan Hidup.Tesis.Bandung: PPS UPI.

Yusuf, Syamsu.(2006).Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.Bandung; Pustaka Bani Quraisy.

Yusuf,Syamsu & Nurihsan,Juntika.(2005).Landasan Bimbingan dan Konseling.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Zakiyah,Insania.(2006).Pengembangan Program Bimbingan Kecakapan Personal untuk Siswa SMP.Skripsi.Bandung; PPS UPI.

bimbingan belajar

Previous:

Integrasi Program Bimbingan dan Konseling dengan Program Sekolah

You may also like

Post a new comment