FASE DAN CIRI-CIRI PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN

07 August of 2012 by

FASE DAN CIRI-CIRI PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN

1. Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan adalah penambahan jumlah atau ukuran yang telah ada yang bergantung faktor luar. Sedangkan perkembangan adalah pemunculan hal – hal baru atau adanya sifat dan potensi baru yang menentukan perkembangan selanjutnya.

  1. Masa Mengandung. Masa ini sangat dipengaruhi keadaan atau cara hidup calon ibu. Selain itu kebudayaan masyarakat yang umumnya masih konvensional juga sering dihubungkan dengan masa mengandung.
  2. Masa Kelahiran. Diartikan sebagai masa kelahiran bayi yang sebelumnya dalam kandungan ibunya dengan berwujud tidak lebih dari sebuah sel tunggal, lalu mengalami perubahan kehidupan kedunia ini.

2. Konsepsi Para Ahli Tentang Perkembangan

a.   Konsepsi aliran asosiasi berpendapat bahwa perkembangan adalah proses asosiasi yang didahului oleh bagian – bagian, baru diikuti oleh keseluruhan.

b.   Konsep aliran Gestalt dan Neo Gestalt mengemukakan perkembangan adalah proses diferensiasi. Artinya keseluruhan ada terlebih dahulu, baru diikuti bagian – bagiannya.

c.   Konsep aliran sosiologis, menganggap bahwa anak dari asosial kemudian di sosialkan dan menjadi seseorang yang sosial. Sosialisasi dibagi menjadi dua, yaitu imitasi dan adaptasi. Baldwin berpendapat imitasi ada dua macam yaitu non deliberate imitation dan deliberate imitation.

3. Fase – Fase Perkembangan

a. Tahap perkembangan berdasarkan biologis

Tahap

Aristoteles

Kretschmer

Freud

1

0 – 7 tahun masa bermain 0 – 3 tahun, fullungs periode. Anak terlihat gemuk Fase Oral : 0 – 1 tahun, mulut sebagai daerah pokok aktifitas dinamik

2

7 – 14 tahun, masa belajar 3 – 7 tahun, streckung periode. Anak terlihat langsing Fase Anal : 1 – 3 tahun, dorongan dan tahanan terpusat pada fungsi pembuangan kotoran

3

14 – 21 tahun, masa puberitas 7 – 13 tahun, fullungs periode Fase Falis : 3 – 5 tahun, alat kelamin sebagai daerah erogen terpenting.

4

13 – ±20 tahun, streckung periode Fase Laten : 5 – 12 tahun, impuls cenderung mengendap

5

Fase Puberitas : 12 – 13 tahun, impuls dipindahkan dan disublimasikan

6

Fase Genetal : Individu terjun ke masyarakat

 

b.  Tahap perkembangan berdasarkan didaktis atau instruksional

Dasar didaktis atau instruksional yang digunakan terakhir adalah apa bahan pengajaran, bagaimana mengajarkannya, dan bagaimana agar bisa diterapkan.

  1. Penggolongan didaktis menurut Comenius
    1. Sekolah Ibu (Scola Materna) untuk umur 0 – 6 tahun
    2. Sekolah Bahasa Ibu (Scola Vernakula) umur 6 – 12 tahun
    3. Sekolah Latin (Scola Latins) untuk umur 12 – 18 tahun
    4. Akamedik (Akademia) untuk umur 18 – 24 tahun
  2. Penggolongan didaktis menurut Rousseau
    1. Tahap I : 0 – 2 tahun, masa asuhan
    2. Tahap II : 2- 12 tahun, pendidikan panca indera
    3. Tahap III : 12 – 15 tahun, pendidikan akal
    4. Tahap IV : 15 – 20 tahun, pendidikan watak dan agama
      1. a.   Tahap Perkembangan berdasarkan Psikologis

Kroh beranggapan bahwa dalam perkembangannya individu mengalami masa keguncangan. Perkembangan individu melewati tiga periode :

  1. Masa kanak – kanak : Lahir – Keguncangan pertama
  2. Masa keserasian bersekolah : Keguncangan pertama – kedua
  3. Masa kematangan : Keguncangan kedua – akhir remaja
  4. b.   Perkembangan Intelektual

Menurut Piaget terdapat empat fase :

  1. Fase Sensomotorik : Umur 0 – 2 tahun
  2. Fase Praoperasional : Umur 2 – 7 tahun
  3. Fase Operasional-Konkret : Umur 7 – 12 tahun
  4. Fase Operasional Formal : Umur 12 – akhir hayat
  5. c.       Perkembangan individu sejak lahir hingga dewasa
    1. Masa usia pra sekolah ( 0 – 5 tahun )
      1. Masa Vital (0 – 3 tahun) Anak menggunakan fungsi – fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya ( untuk belajar ). Anak juga belajar mengendalikan impuls – impuls yang dating dari dalam dirinya.
      2. Masa Estetik (3 – 5 tahun) Anak menggunakan panca inderanya dalam mengeksplorasi dan belajar. Di masa ini anak memasuki tahap dalam menemukan dirinya sebagai subjek yang mempunyai keterbatasan untuk menghendaki sesuatu dan mempunyai kebebasan untuk menolak sesuatu.
      3. Masa usia sekolah dasar (6 – 12 tahun)
        1. Masa kelas – kelas rendah sekolah dasar

Sifat khas anak – anak masa ini :

  1. Adanya kolerasi positif jasmani dan prestasi
  2. Tunduk kepada peraturan
  3. Suka membandingkan diri
  4. Ada kecenderungan memuji diri
  5. Jika tidak dapat menyelesaikan masalah, maka masalah tersebut tidak dianggap penting
  6. Masa kelas – kelas tinggi sekolah dasar

Sifat khas :

  1. Berminat kepada sesuatu yang praktis
  2. Mulai berminat ke hal – hal yang khusus
  3. Perlu guru untuk menghadapi masalah atau membantu belajar
  4. Mulai menganggap nilai sebagai ukuran prestasi
  5. Membentuk kelompok sebaya
  6. Masa usia sekolah menegah (12 – 18 tahun)
    1. Masa pra remaja. Di masa ini muncul gejala negative yaitu negative dalam prestasi dan negative dalam sikap sosial. Gejala tersebut diduga disebabkan karena keadaan biologis yaitu mulai bekerjanya kelenjar – kelenjar kelamin
    2. Masa remaja. Masa ini mulai timbul kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. Di masa ini juga individu mulai mencari pedoman hidup, menemukan nilai, menginginkan sesuatu, menentukan pendirian hidup dan menguji nilai – nilai yang telah dipilih.
    3. Masa remaja akhir. Saat ini individu menemukan pendirian hidup dan masuk dalam masa dewasa awal.
    4. Masa usia Mahasiswa (18 – 25 tahun)

Tugas perkembangan pada usia mahasiswa ini merupakan pemantapan pendirian hidup, proses penemuan identitas diri (self identify) yaitu diri sebagai pendukung dan pelaksana nilai tertentu, pengujian pendirian hidup yang dilakukan dalam berbagai kontak sosial, menyikapi hidup lebih realistis, dan berada dalam vitalitas optimum sehingga kemampuan penalarannya tinggi.

4. Ciri – ciri pertumbuhan dan perkembangan

Terdapat dua ciri pokok yaitu :

  1. Adanya penambahan ukuran ataupun berat serta perbedaan perbandingan ukuran/berat/kesanggupan yang bersifat irrevelsible.
  2. Hilangnya ciri – ciri lama dan munculnya ciri – ciri yang baru

Prinsip – prinsip perkembangan

  1. Mengikuti pola tertentu dan teratur
  2. Menuju diferensiasi dan integrasi
  3. Suatu tingkat perkembangan dipengaruhi oleh sifat perkembangan sebelumnya
  4. Tiap individu perkembangannya berbeda

 

 

GEJALA – GEJALA KEJIWAAN PADA MANUSIA NORMAL

Previous:

GEJALA – GEJALA KEJIWAAN PADA MANUSIA NORMAL

mendidik anak

Next:

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

You may also like

Post a new comment