bimbingan

Ciri-Ciri Program Bimbingan dan Konseling yang Baik

Suatu program hendaknya disusun dengan berorientasi kepada tujuan, cara, dan sumber (eends, ways, mean) yang dipadukan sedemikian rupa untuk dapat menangani masalah-masalah yang dihadapi (Tisna Amidjaja: 1977 dalam Soeharto; !998). Hasil penelitian dari Kartadinata, dkk. (Yusuf, dkk: 2003) menunjukkan bahwa program bimbingan di sekolah akan berlangsung secara efektif, apabila didasarkan pada kebutuhan nyata dan kondisi objektif perkembangan peserta didik. Hal ini menunjukkan diperlukannya needs assessment terhadap kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik pada suatu intitusi serta memahami perkembangan. Ketepatgunaan program yang disusun, akan menjadi alat bagi terjalinnya bimbingan sebagai suatu proses membantu individu untuk mencapai perkembangan yang optimal.

Program bimbingan yang baik adalah program yang apabila dilaksanakan akan efisien dan efektif. Menurut Miller dalam Natawidjaja (Insania, 2006: 35) suatu program dikatakan baik jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Program itu disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan yang nyata dari para siswa sekolah yang bersangkutan.
  2. Kegiatan bimbingan dalam program itu diatur menurut skala prioritas yang juga ditentukan berdasarkan kebutuhan siswa dan kemampuan petugas bimbingan.
  3. Program itu dikembangkan berangsur-angsur dengan melibatkan semua tenaga pendidik di sekolah dalam merencanakannya.
  4. Program itu memiliki tujuan ideal tetapi realistik dalam pelaksanaannya.
  5. Program yang disusunnya mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua anggota staf pelaksananya.
  6. Program itu menyediakan fasilitas yang diperlukan.
  7. Program yang disusun disesuaikan dengan program pendidikan lingkungan sekolah yang bersangkuatan.
  8. Program itu memberi kemungkinan pelayanan kepada semua siswa sekolah yang bersangkutan.
  9. Program itu memperlihatkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan memadukan sekolah dengan masyarakat.
  10. Program itu berlangsung sejalan dengan proses penilaian diri, program itu sendiri, kemajuan dari siswa yang dibimbingnya, serta mengenai kemajuan pengetahuan, keterampilan dan sikap para petugas pelaksananya.
  11. Program itu menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan bimbingan.

 

Sumber:

Surur, Naharus.(2004).Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling yang Berorientasi Kecakapan Hidup.Tesis.Bandung: PPS UPI.

Yusuf, Syamsu.(2006).Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.Bandung; Pustaka Bani Quraisy.

Yusuf,Syamsu & Nurihsan,Juntika.(2005).Landasan Bimbingan dan Konseling.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Zakiyah,Insania.(2006).Pengembangan Program Bimbingan Kecakapan Personal untuk Siswa SMP.Skripsi.Bandung; PPS UPI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *