curhat

image

Kucing Kosanku

Awalnya tidak ada kucing di kosanku. lebih tepatnya, tidak ada kucing yang menetap sebagai penghuni kosan ini. tapi entah sejak beberapa bulan lalu, yang pasti tahun 2015 ini, ada seekor kucing orange jantan yang tua dan gemuk di kosanku. Sebenarnya kucing ini bukan kucing yang asing. aku pernah punya kenangan buruk tentangnya. pernah satu malam aku bertemu dengannya, ku elus dan ku manjakan dia, tapi semakin dimanja kucing ini malah “nyalutak”. mungkin saking gemasnya dengan candaanku, kucing ini menangkap tanganku dan menggigitnya!

 

digigit kucing bukanlah hal aneh bagiku sebenarnya. tapi sudah lama aku tak digigit kucing, jadi hal ini membuatku terhenyak. secara spontan kutarik tanganku saat digigitnya. alhasil, tanganku luka. tak seberapa, tapi buat kalian yang suka kucing pasti tau kalau gigitan kucing yang tak seberapa itu sangat menyakitkan.

image

nah, akhir-akhir ini kucing ini semakin lekat dengan kami. termasuk suamiku, mertuaku dan teman-temanku. setiap hari dia mengeong-ngeong meminta makan. setiap bapak datang mengantarkan makanan, dia mengeong lebih keras. setiap kali aku menuju kamar mandi, dia mengikuti dan bahkan mendahuluiku, berpikir bahwa dia akan diberi makan. hari-hariku jadi berwarna beda dengan kehadirannya.

 

setiap akhir pekan, saat ibuku datang memasak di sini, kucing ini selalu ribut menggerayangi ibuku. dia ikut ke sana kemari dan menemani (lebih tepatnya mengganggu) ibuku masak. ibuku sangat jengkel dibuatnya. saat masakan sudah matang, dia pun tetap dan semakin berisik.

Playing dead

Playing dead

jurus yang sering dia layangkan untuk meminta makanan pada kami tak berbeda dari kucing lainnya. mengikuti terus, mengelus kepala pada kaki, playing cute, playing dead dan mengeong tiada henti tentunya. dia baru berhenti setelah kekenyangan. tingkat ketenangan dia berbanding lurus denganĀ  tingkat seberapa kenyang perutnya. jika perutnya kenyang, maka kosan ini tenang. haha..

 

kucing ini menemaniku setiap hari..