BK Anak

konsentrasi pada anak 1

Konsentrasi pada Anak

Konsentrasi pada Anak bisa dipahami terlebih dahulu dengan menilik pengertian-pengertian konsentrasi itu sendiri. Penjelasan tentang konsentrasi pada anak tidak terlepas dari literatur konsentrasi pada umumnya. Konsentrasi pada anak juga berkaitan dengan kecerdasan anak secara umum.

 

Pengertian Konsentrasi pada Anak

Konsentrasi adalah kecakapan yang bisa diajarkan oleh para orang tua dan guru (obert Dilts & Jenifer Dilts). Konsentrasi juga mengandung pengertian memusatkan pikiran untuk melakukan sesuatu contoh anak yang sedang membaca jika anak Berkonsentrasi maka anak akan tahu isi bacaan yang sedang dibaca, tetapi jika anak tidak berkonsentrasi anak-anak maka anak tidak akan tahu isi bacaan tersebut. Konsentrasi dibutuhkan tidak hanya saat belajar, bekerja juga membutuhkan konsentrasi. Anak yang belajar berkonsentrasi akan menjadi anak yang tidak membosankan, karena mereka tahu apa yang harus mereka lakukan saat berkonsentrasi. Anak-anak yang bisa berkonsentrasi memiliki keunikan.

Keunikan yang disebabkan konsentrasi pada anak ini bukanlah suatu masalah sejauh tidak menyebabkan masalah bagi orang lain. Keunikan anak saat berkonsentrasi berbeda-beda misalnya anak bisa berkonsentrasi secara penuh dengan belajar di tempat yang tenang tidak ada yang mengganggu sehingga ia benar- benar berkonsentrasi, tetapi ada pula yang belajar dengan konsentrasi di tempat biasa, belajar dengan teman- temannya, dengan suasana yang menyenangkan, selain itu ada juga anak yang bisa berkonsentrasi belajar dengan mendengarkan musik.

Konsentrasi adalah pemusatan pikiran untuk melakukan atau mengingat sesuatu yang akan kita lakukan. Di masa lalu konsentrasi  pada anak dan ketenangan merupakan kecakapan- kecakapan anak yang diajarkan. Konsentrasi timbul dengan sendirinya tidak dipaksakan oleh orang lain. Konsentrasi merupakan awal dari melakukan sesuatu. Konsentrasi berhubungan dengan kemampuan memori atau sering disebut juga ingatan. Jika anak berkonsentrasi dengan baik maka anak akan dengan mudah mengingat kembali apa yang pernah dia alami. Penelitian menunjukkan bahwa anak kecil memiliki memori yang sangat terbatas. Case 1998 menyatakan bahwa jumlah total ruang yang ada untuk pemrosesan informasi adalah sama semua usia. Namun anak kecil benar-benar menggunakan sedikit ruang ini untuk mengingat nama yang tepat untuk objek atau hitung. Dengan demikian jika anak tidak mempunyai tingkat konsentrasi yang baik mereka akan gagal mengingat- ingat sesuatu yang akan mereka ciptakan atau ungkapkan.

Konsentrasi pada anak menjadi perhatian orang tua dan guru

Konsentrasi pada anak secara umum dianggap penting untuk menjadi perhatian orang tua dan guru. Anak yang gagal berkonsentrasi pada situasi tertentu menyebabkan dia dipandang sebagai anak yang tidak berkonsentrasi pada semua situasi (Robert Dilts & Jennifer Dilst). Orang-orang berasumsi bahwa anak yang gagal berkonsentrasi mereka akan membuat keributan pada saat waktu luang. Jika seorang anak tidak bisa duduk dengan tenang dia akan dikatakan sebagai anak hiperaktif (Robert Dilts & Jennifer Dilts). Orang tua mungkin dibuat panik oleh kepercayaan mereka bahwa kehiperaktifan dan kemampuan konsentrasi merupakan suatu kondisi permanen dan membutuhkan perawatan. Kemampuan berkonsentrasi rendah bukanlah suatu kondisi yang permanen. Tetapi daya konsentrasi dapat ditingkatkan.

konsentrasi pada anak

Menurut Roberts Dilts dan Jennifer Dilt sulitnya konsentrasi pada anak dipengaruhi karena mempunyai terlalu banyak gangguan atau kekawatiran, tidak mengetahui bagaimana melakukan segala sesuatu yang harus kita lakukan, ingin melakukan sesuatu yang lain kelelahan merasa tidak enak badan. Selain tersebut tadi sulitnya berkonsentrasi dipengaruhi oleh canggihnya teknologi jaman sekarang seperti komputer internet dan mainan yang dapat mengganggu konsentrasi anak seperti Playstation, video game. Karena seringnya bermain Playstation yang diingat hanyalah bermain game yang menyenangkan sehingga menimbulkan anak kurang berminat belajar maupun mengikuti pelajaran di sekolah. Karena mereka mereka jenuh, bosan dengan pelajaran yang diajarkan oleh guru. Orang tua bisa mengecek apakah anak bisa berkonsentrasi atau tidak dengan cara memberi tugas yang disenangi dan memerlukan konsentrasi. Jika anak bisa berkonsentrasi selama + 5 menit berarti anak bisa berkonsentrasi. Tetapi jika anak buyar kemana- mana sebelum waktu + 5 menit habis mungkin anak memerlukan pertolongan.

Meningkatkan Konsentrasi pada Anak

Konsentrasi adalah kecakapan yang bisa diajarkan oleh para orang tua dan guru (Robert Dilts & Jennifer Dilts). Belajar membutuhkan konsentrasi sehingga apa yang kita pelajari dapat di memori atau diingat. Sebagian anak tampak bisa berkonsentrasi lebih baik dibanding anak lainnya. Penting memfokuskan pada individu anak, juga penting membandingkan antara apa yang dilakukan anak minggu ini dan yang dilakukannya minggu lalu; bandingkan pula bagaimana dia bersikap ketika pergi ke kamar tidur malam ini dengan malam lalu. Ketika kita memfokuskan pada individu dan mengetahui perubahan-perubahan perilaku anak, tindakan ini akan membantu menghindarkan kita terjebak ke dalam pemikiran bahwa anak mempunyai masalah besar hanya karena anak tersebut berbeda dengan anak- anak lainnya.

konsentrasi pada anak 2

Menurut Roberts Dilts dan Jennifer Dilts cara meningkatkan konsentrasi dari A sampai Z yaitu:
1. Ask (mintalah), mintalah anak memberitahu bagaimana keadaan hari ini.
2. Breakfast (makan pagi), makan pagi yang tepat akan menjadi awal yang baik untuk melakukan aktifitasnya.
3. Change (perubahan), perubahan membantunya memahami mengapa ketakutannya atas perubahan yang terjadi.
4. Deasions (keputusan- keputusan), membantunya memahami mengapa membuat keputusan memerlukan waktu.
5. Energy (energi), pergi berjalan- jalan, bersenang atau main bola akan melepaskan energi- energi terpendam.
6. Go at pace (menuruti) kadang-kadang perlu menuruti keinginan dan ajari dia bagaimana menuruti keinginan.
7. Hand writing (menulis) menulis bisa membantu meningkatkan kepercayaan dirinya.
8. Inude (ikut serta), libatkan dia dengan menunjukkan mengapa insiden tertentu mempengaruhi orang lain disekitar.
9. Jigsaw (bongkar pasang), permainan bongkar pasang bisa membantunya mengatur organisasi.
10. Knowledge (pengetahuan), mengetahui bahwa belajar sesuatu baru memerlukan belajar mendengarkan.
11. Listen (mendengarkan) dengarkan dia sehingga dia akan belajar mendengarkan.
12. Make sure (pastikan), pastikan badan dan pakaian bersih
13. Notice (perhatikan), perhatikan ketika sesuatu berjalan baik
14. Organize (mengatur), aturlah kehidupan anggota keluarga sehingga anggota keluarga yang lain tidak menjadi korban.
15. Provide (sediakan), sediakan sebuah pendekatan yang konsisten dalam mengatasi anak.
16. Quality (kualitas), kualitas waktu sangat penting
17. Relaxtion (relaksasi), melakukan relaksasi sebelum waktu tidur akan dapat membantu.
18. Speak (bicara) berbicaralah dengan sopan dan anak akan menirunya
19. Teach (ajari) ajari anak mematuhi peraturan- peraturan
20. Understand (mengerti) mengerti pentingnya melakukan pekerjaan disekitar rumah
21. Value (penghargaaan) hargai usaha- usahanya
22. Worthwhile (manfaat) usaha yang bermanfaat akan memberikan kesenangan, berilah anak untuk mendapatkannya.
23. Explore (berkeliling) jelajahi lingkungan sekitar sehingga dia akan merasa terlihat dalam komunitasnya
24. Young people (anak muda) anak muda perlu waktu belajar dan tugas- tugas.
25. Zest (semangat), ciptakan situasi yang membuat kegembiraan, energi dan kreativitas anak akan meningkat sehingga anak dan semua orang yang berhubungan denganya akan merasa senang.

 

Konsentrasi pada anak dan memori

Lindasay dan Norman (1977) mengemukakan tiga aturan umum untuk meningkatkan memori
1. Penghafalan menuntut keras: hal tersebut jarang datang dengan mudah.
2. Materi yang dihafalkan hendaknya dikaitkan dengan sesuatu yang lain
3. Penghafalan memerlukan pengaturan

 

Orang tua dan guru sebagai lingkungan anak, perlu menyediakan lingkungan akomodatif bagi peningkatan konsentrasi pada anak. Konsentrasi pada anak sangat dipengaruhi juga oleh baik tidaknya lingkungan tumbuh kembangnya.