Academic

2

Tes-Tes Kecerdasan

Tes-Tes Kecerdasan

tes-tes kecerdasan sangat banyak jenisnya karena para ahli kecerdasan anak terus menerus memperbaharui alat asesmen kecerdasan anak. berikut tes-tes kecerdasan yang ada dalam sejarah perkembangan asesmen kecerdasan anak.

  1. Tes-tes Individu

Sir Frances Galton, percaya bahwa proses-proses sensorik, perceptual, dan motorik adalah dimensi-dimensi kunci dari perbedaan individual yang sistematis dalam proses-proses ini.

  1. Tes Binet

Tes binet berawal dari permintaan Menteri Pendidikan Prancis pada tahun 1904 kepada Alfred Binet untuk mencari metode guna menentukan siswa mana yang menerima manfaat dari pengajaran di sekolah reguler. Untuk memenuhi permintaan ini Binet dan Muridnya Theophile Simon mengembangkan tes kecerdasan. Tes tersebut tediri dari 30 soal, mulai dari kemampuan untuk menyentuh hidung atau telinga seseorang, sampai kemampuan menggambar desain-desain dari memori dan mendefinisikan konsep-konsep abstrak.

Binet menekankan bahwa inti kecerdasan terdiri dari proses-proses kognitif yang kompleks, seperti memori, imajinasi, pemahaman, dan penilaian. Selain itu, Binet yakin bahwa pendekatan perkembangan bersifat krusial untuk memahami kecerdasan. Ia menyatakan bahwa kemampuan intelektual anak meningkat berdasarkan usia. Binet mengembangkan konsep Mental Age (MA) yakni tingkat perkembangan mental individu relatif dari orang lain. bagi anak-anak pada umumnya, mental age bersesuaian dengan chronological age (CA), yang merupakan usia sejak kelahiran. Anak yang pandai memiliki MA yang sangat tinggi melebihi CA, seorang anak yang bodong memiliki MA sangat rendah,  di bawah CA.

Pada tahun 1912, Wiliam Stern memperkenalkanistilah intelligence quotient (IQ), yang mengacu pada mental age dibagi chonological age, kemudian dikalikan 100. Pada tahun 1985, tes tersebut direvisi untuk menganalisis respon individual dalam empat area: pemikiran verbal, pemikiran kuantitatif, pemikiran abstrak/visual dan memori jangka pendek.

  1. Skala Wechsler

Skala wechsler dikembangkan David Wechler. Pada tahun 1939, Wechsler memperkenalkan skala pertamanyayang didesain untuk orang dewasa. Skala wechsler tidak hanya menyediakan skor IQ secara menyeluruh tetapi juga menilai enam aspek verbal dan lima aspek non verbal. Hal ini memampukan penguji memisahkan skor-skor IQ non verbal dan verbal serta dapat mengetahui dengan cepat area-area dimana individu berada: di bawah rata-rata, pada nilai rata-rata atau di atas rata-rata.

  1. Tes-Tes Kelompok

Dalam beberapa situasi, penting untuk melaksanakan tes-tes kecerdasan secara kelompok, yang lebih nyaman dan ekonomis daripada tes-tes individu. Akan tetapi tes-tes kelompok memiliki beberapa kelemahan yang signifikan. Ketika suatu tes diberikan terhadap kelompok yang besar, penguji tidak dapat menjalin rapport dengan masing-masing peserta, sulit menentukan tingkat kegelisahan dan sebagainya.

 

Berikut referensi yang dapat dibaca untuk memahami tes kecerdasan anak :

Santrock, John W. 2007. Perkembangan anak, edisi sebelas. Alih bahasa: Mila Rachmawati dan Anna Kuswanti. Jakarta: Erlangga.