1

Anak Cerdas

Anak Cerdas

Anak cerdas adalah anak yang adalah terampil berpikir dan mampu untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari. Kecerdasan ini diukur berdasarkan pertimbangan tingkat perkembangan dan usia anak. Kecerdasan tidak dapat diukur secara langsung. Kecerdasan hanya dapat dievaluasi secara tidak langsung dengan cara mempelajari dan membandingkan tindakan kecerdasan yand ditunjukkan orang-orang.

Proses dan Mekanisme Kognisi pada Anak Cerdas

Menurut teori Piaget, anak-anak membangun dunia kognitif mereka sendiri, membangun struktur mental untuk beradaptasi dengan dunia mereka. bagaimana anak membangun dunia kognitif mereka inilah yang menentukan apakah anak cerdas atau tidak cerdas. Skema adalah tindakan atau representasi mental yang mengorganisasikan pengetahuan. Skema perilaku (aktivitas fisik) menjadi ciri bayi, dan skema mental (kegiatan kognitif) berkembang di masa kanak-kanak. Adaptasi melibatkan asimilasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi ketika anak-anak memasukkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Akomodasi mengacu pada penyesuaian anak terhadap skema mereka untuk menyesuaikan informasi baru dan pengalaman.
Equilibrium adalah mekanisme Piaget untuk menjelaskan bagaimana anak-anak beralih dari satu tahap kognitif ke tahapan yang berikutnya. anak-anak mengalami konflik kognitif dalam mencoba untuk memahami dunia, mereka mencari keseimbangan. Hasilnya adalah keseimbangan, yang membawa anak ke tahap kognisi baru. Menurut Piaget, terdapat empat tahap kualitatif pemikiran: sensorimotor, praoperasional, konkrit operasional, dan formal operasional (Santrock, 2011: 196).

anak cerdas dari sudut pandang budaya

Budaya sangat bervariasi dalam mendeskripsikan apa yang disebut sebagai kecerdasan. Budaya barat cenderung memandang kecerdasan sebagai kemampuan penalaran dan pemikiran. Budaya timur memandang kecerdasan sebagai kesuksesan dalam berpartisipas di peran sosial. Orang cina-taiwan menekankan kecerdasan pada pemahaman dan relasi dengan orang lain, termasuk kapan menunjukkan atau tidak menunjukkan kecerdasan seseorang.
Di pedalaman zambia, konsep kecerdasan meliputi kepandaian dan tanggungjawab. Orang di budaya Luo dari pedalaman Kenya memandang kecerdasan sebagai sesuatu yang terdiri dari empat area yaitu kecerdasan akademik; kualitas sosial seperti penghargaan, tanggung jawab dan perhatian, pemikiran praktis; dan pemahaman.
Hasil-hasil ini mengindikasikan bahwa nilai suatu budaya mempengaruhi arah perkembangan seorang anak. Dalam konteks lintas budaya, kecerdasan sangat bergantung pada lingkungan.
Berikut referensi yang dapat dibaca untuk memahami kecerdasan pada anak :
Santrock, John W. 2007. Perkembangan anak, edisi sebelas. Alih bahasa: Mila Rachmawati dan Anna Kuswanti. Jakarta: Erlangga.
Sigelman, Carol K. dan Elizabeth A. Rider. 2009. Life Span Human Development. Sixth Edition. USA: Wadsworth Cengage Learning.
Konsep dan teori tentang anak cerdas sangat luas dan mendalam, perlu kajian komprehensif untuk memahaminya.

2 comments on “Anak Cerdas

  1. Setiap orangtua selalu ingin mempunyai anak yang cerdas. Banyak orangtua melakukan berbagai macam usaha demi membuat anaknya menjadi lebih cerdas. Pada dasarnya perkembangan intelektual atau kognitif adalah aspek perkembangan pikiran. Bagian ini berperan penting terhadap pembentukan mental, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, bahasa, dan ingatan seorang anak. Perkembangan intelektual inilah yang kerap kali dihubungkan dengan kecerdasan anak.

  2. Biasanya seorang anak baru bisa dikatakan cerdas ketika mereka telah memasuki usia sekolah. Meskipun demikian, ada beberapa ciri yang dapat anda ketahui apakah anak anda termasuk anak yang cerdas. Berikut ini adalah ciri-ciri anak cerdas yang wajib diketahui oleh setiap orangtua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *