Parungkuda-20130326-02108

Al Kausar English Class for Teacher

Banyak hal amazing yang saya dapatkan di al kausar. Rasanya tak habis saya tuliskan. Salah satu hal amazing yang saya dapatkan sebagai guru di al kausar adalah english class for teacher. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas guru al kausar dalam menggunakan bahasa inggris, terutama untuk meningkatkan proses belajar mengajar.
Sekolah lain umumnya mungkin akan merekrut guru dengan keterampilan bahasa inggris yang baik. Namun, al kausar berbeda dalam prioritas kriteria gurunya. Yang dikedepankan adalah pengetahuan dan sikap yang dimiliki tentang mata pelajaran yang digeluti dan ilmu agama yang terhayati. Lalu untuk keterampilan bahasa, meskipun tidak ahli dalam penggunaan bahasa inggris, tetapi semua guru bisa menggunakan bahasa inggris secara pasif, dan memiliki cukup kosa kata untuk bisa mengembangkan keterampilan berbicara dalam bahasa inggris.
Hampir saya lupa hal penting. Tidak hanya guru, semua karyawan al kausar, yang memiliki frekuensi interaksi tinggi dengan siswa, diwajibkan mengikuti english class ini. Mulai dari petugas kantin, taman, tata usaha, petugas perpus, penjaga laboratorium, bagian fasilitas alkausar, dan petugas balai kesehatan semua bersatu dalam english class ini 🙂 . lalu kami dibagi dalam tiga kelas kecil berdasarkan kemampuan bahasa inggris yang dimiliki. manfaat terbesar yang saya rasakan adalah adanya keterikatan dan keakraban sesama kami. Tanpa english class ini mungkin saya juga tidak bisa mengingat satu per satu nama karyawan al kausar.
Guru english class ini bukan guru biasa, melainkan native speaker dari negara berbahasa inggris sebagai bahasa utama. Banyak kenangan, kecanggungan budaya, miskomunikasi diantara kami dan guru kami. Tapi mereka sangat berusaha untuk membuat kami paham yang diajarkan dan care dengan apa yang kami katakan meskipun itu salah.
Rasanya ingin kembali ke masa itu. Pertemuan demi pertemua sangat bermakna dan benar-benar menyenangkan. Pertemuan pertama adalah sosialisasi program ini. Dimulai dari kegiatan selasa-an, yaitu pertemuan hari selasa bagi para guru untuk meningkatkan kualitas diri dan profesi, biasa diselenggarakan di teather room. Guru pertama yang datang pada kami bernama Phip, seorang wanita berbahasa inggris british, berasal dari eropa (negaranya saya lupa). Inilah kali pertama saya mendengar logat british, ternyata benar-benar berbeda. 🙂

Phip mengisi Selasa-an

Phip mengisi Selasa-an

Phip hanya mengajar sekali pertemuan. Hanya sebagai perkenalan program ini sekaligus promo dari pihak perantara. Pertemuan selanjutnya, kami bertemu dengan guru cantik dari finlandia. Eliza Renda namanya. Usianya seumur denganku. Sosoknya sangat menyita perhatian semua murid dan guru. Cantik, putih, tinggi, langsing dan bule. Tentu semua itu membuat semua warga sekolah penasaran..hihi 🙂

eliza

Eliza Menyimak simulasi di kelas Basic B

Eliza Menyimak simulasi di kelas Basic B

Awalnya saya sangat canggung berinteraksi dengan Eliza. Belum percaya diri tepatnya. Pertama kali saya berbincang dengannya, menambah keberanian untuk berbicara lebih banyak. Lalu kami pun cukup akrab setelah pertemuan di kelas. Ternyata saya cukup mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris di luar yang saya bayangkan hihi.. terlalu banyak nge translet tugas atau nonton one piece dan naruto ber sub english sepertinya :).

Kepercayaan diriku semakin meningkat. Saya mulai terbiasa menyapanya terlebih dahulu, tidak menghindar dan mencoba untuk membuat lebih banyak perbincangan baik di kelas maupun di luar kelas.
Beberapa kali pertemuan, Eliza mengundurkan diri dan kembali ke negaranya. Mungkin dia stres menghadapi karyawan dan guru alkausar yang super menggila saat di english class. Tak jauh berbeda dengan anak-anak al kausar kalau dipikir-pikir. Hahaha..

setelah eliza, datanglah guru baru pengganti. Seorang laki-laki, usianya setahun di atasku, rambut gondrong, sedang menyelesaikan Tesisnya, dan wow… dia berasal dari California USA. Otomatis semua guru dan karyawan perempuan semangat untuk pedekate dengannya haha 🙂

kevin
Kevin Daniel, pengganti Eliza. Kevin sangat suka surfing. Ketika berada di sukabumi, dia mencoba semua pantai berombak tinggi untuk surfing. Salah satu pantai yang sangat dia suka adalah pantai Sawarna. Menurutnya, sawarna adalah tempat terbaik buat surfing yang pernah dia datangi. Ceritanya tentang sawarna membuatku sangat penasaran untuk pergi ke sana. Bukan hanya saya yang penasaran, ternyata temannya bernama Andrew dari san fransisco saking penasarannya samapai rela datang ke sukabumi untuk mencoba sawarna.

Andre & Kevin di Sawarna

Andre & Kevin di Sawarna

1075884_10101558276802712_1477496486_n

Kelas saya, Basic B bersama Kevin. Pertemuan Terakhir

Dari semua guru native tersebut, satu hal yang saya garis bawahi. Mereka semua tidak pernah mengoreksi, menertawakan atau membuat malu orang yang belajar berbahasa inggris. Mereka tidak mau membuat kami orang yang sedang belajar menjadi trauma untuk berbahasa inggris. Lain halnya dengan orang pribumi yang mungkin bisa bahasa inggris, bukan? Malah membuat takut lawan bicara 🙂 pelajaran penting buat saya dari mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *